Minggu, 29 September 2013

Kapitalisme dalam Pemberantasan Kemiskinan

Kapitalisme adalah sistem ekonomi dimana sejumlah besar pekerja, yang hanya memiliki sedikit hak milik memproduksi komoditas-komoditas demi keuntungan sejumlah kecil kapitalis yang memiliki komoditas-komoditas, alat produksi, bahkan waktu kerja para pekerja karena mereka membeli para pekerja tersebut melalui gaji. Namun salah satu pengertian sentral yang ditekankan oleh Marx adalah bahwa kapitalisme lebih dari sekedar sistem ekonomi. Paling penting lagi, kapitalisme adalah sistem kekuasaan. Rahasia kapitalisme adalah bahwa kekuatan politis telah diubah menjadi relasi-relasi ekonomi (Wood, 1995).
Dari pengertian tersebut, kapitalisme adalah sistem ekonomi yang sangat mengagungkan para pemilik modal. Setiap orang yang memiliki alat produksinya sendiri akan memperkaya dirinnya dan semakin menindas para kaum buruh yang bekerja untuk mereka. Para kapitalis bisa memaksa para pekerja dengan kewenangan mereka untuk memecat dan menutup pabrik-pabrik. Karena hal inilah para kapitalis bebas untuk menggunakan paksaan yang kasar. Dalam hal ini kapitalis juga memegang fungsinya sebagai sistem politis, suatu cara menjalankan kekuasaan, dan suatu  proses eksploitasi atas para pekerja (Ritzer dan Goodman, 2012: 58).

Pengertian Masalah Sosial

Masalah sosial menurut Gillin dan Gillin adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang membahayakan kelompok sosial atau mengahambat menghambat terpenuhinya keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut. Sehingga rusaknya suatu ikatan sosial. Ketidaksesuaian ini muncul karena tidak adanya integrasi yang harmonis dalam suatu unsur kehidupan masyarakat tersebut. Masalah sosial merupakan persoalan yang yang menyangkut tata kelakuan yang immoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak.
Menurut Soerjono Soekamto, masalah sosial ini timbul karena adanya kekurangan dalam diri manusia atau kelompok manusia yang bersumber pada faktor ekonomis, biologis, biopsikologis, dan kebudayaaan.
Menurut Horton dan Leslie, Masalah Sosial yaitu situasi sosial yang tidak diinginkan oleh sejumlah orang karena dikhawatirkan akan mengganggu sistem sosial dan perilaku orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah perilaku yang menyimpang dari nilai atau norma-norma (Horton dan Leslie, 1984).
Sedangkan menurut Blumer (1971) dan Thompson (1988), yang dimaksud dengan masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama.