Kapitalisme adalah sistem ekonomi dimana sejumlah
besar pekerja, yang hanya memiliki sedikit hak milik memproduksi
komoditas-komoditas demi keuntungan sejumlah kecil kapitalis yang memiliki
komoditas-komoditas, alat produksi, bahkan waktu kerja para pekerja karena
mereka membeli para pekerja tersebut melalui gaji. Namun salah satu pengertian
sentral yang ditekankan oleh Marx adalah bahwa kapitalisme lebih dari sekedar
sistem ekonomi. Paling penting lagi, kapitalisme adalah sistem kekuasaan.
Rahasia kapitalisme adalah bahwa kekuatan politis telah diubah menjadi
relasi-relasi ekonomi (Wood, 1995).
Dari pengertian tersebut, kapitalisme
adalah sistem ekonomi yang sangat mengagungkan para pemilik modal. Setiap orang
yang memiliki alat produksinya sendiri akan memperkaya dirinnya dan semakin
menindas para kaum buruh yang bekerja untuk mereka. Para kapitalis bisa memaksa
para pekerja dengan kewenangan mereka untuk memecat dan menutup pabrik-pabrik.
Karena hal inilah para kapitalis bebas untuk menggunakan paksaan yang kasar.
Dalam hal ini kapitalis juga memegang fungsinya sebagai sistem politis, suatu
cara menjalankan kekuasaan, dan suatu proses eksploitasi atas para pekerja (Ritzer
dan Goodman, 2012: 58).
Para pekerja menjadi buruh yang
bebas, membawa kontrak-kontrak bebas dengan para kapitalis. Namun, para pekerja
harus menaati syarat dan ketentuan kapitalis karena para pekerja tidak mampu
lagi memproduksi demi kebutuhan hidup mereka sendiri (ibid: 63)
Menurut saya, kapitalisme tidak
dapat memberantas kemiskinan karena kapitalisme hanya berfokus pada
kesejahteraan orang-orang yang memiliki modal. Kapitalis hanya mementingkan
bagaimana para pemilik modal ini mendapatkan keuntungan lebih besar
bagaimanapun caranya. Tidak mempedulikan nasib dan kesejahteraam buruh yang
mereka pekerjakan. Bahkan, upah buruh benar-benar ditekan agar keuntungan yang
didapat bisa lebih besar.
Kapitalis memang membuat kemakmuran
di suatu Negara meningkat, meningkatkan tingkat GDP dari Negara tersebut.
Namun, mereka tidak memperhatikan orang-orang dengan pendapatan yang sangat
rendah. Kesenjangan pendapatan antara kaya dan miskin semakin besar. Kapitalis
hanya membuat kaya golongan tertentu saja, sedangkan pada pemberantasan
kemiskinan, sistem ekonomi kapitalis sama sekali tidak membawa angin segar.
Yang ada hanya menambah jumlah kesenjangan serta buruh yang semakin melarat
karena kesejahteraannya yang tidak diperhatikan serta buruh tersebut tidak
dapat menikmati hasil dari pekerjaan mereka.
Sumber:
Ritzer, G., dan Goodman, D. J. 2012. Teori
Sosiologi (Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern).
Bantul: Kreasi Wacana.
Johnson, Doyle
Paul. 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern Jilid I. Jakarta: PT.
Gramedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar