Minggu, 29 September 2013

Pengertian Masalah Sosial

Masalah sosial menurut Gillin dan Gillin adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang membahayakan kelompok sosial atau mengahambat menghambat terpenuhinya keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut. Sehingga rusaknya suatu ikatan sosial. Ketidaksesuaian ini muncul karena tidak adanya integrasi yang harmonis dalam suatu unsur kehidupan masyarakat tersebut. Masalah sosial merupakan persoalan yang yang menyangkut tata kelakuan yang immoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak.
Menurut Soerjono Soekamto, masalah sosial ini timbul karena adanya kekurangan dalam diri manusia atau kelompok manusia yang bersumber pada faktor ekonomis, biologis, biopsikologis, dan kebudayaaan.
Menurut Horton dan Leslie, Masalah Sosial yaitu situasi sosial yang tidak diinginkan oleh sejumlah orang karena dikhawatirkan akan mengganggu sistem sosial dan perilaku orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah perilaku yang menyimpang dari nilai atau norma-norma (Horton dan Leslie, 1984).
Sedangkan menurut Blumer (1971) dan Thompson (1988), yang dimaksud dengan masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama.
Jadi, masalah sosial adalah suatu keadaan dimana individu atau kelompok tidak dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan pokoknya. Baik dari segi ekonomi, sosial, biopsikologi, dam kebudayaan. Masalah sosial juga dapat terjadi karena tidak terpenuhinya kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat tersebut.
Masalah sosial yang menjadi masalah klasik di Indonesia adalah kemiskinan. Tidak bisa dipungkiri, kemiskinan merupakan sumber terbesar dari permasalahan sosial yang ada di Indonesia. Berawal dari kemiskinan, individu tersebut kesulitan untuk mendapatkan akses-akses public seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan lainnya. Hal ini mengakibatkan rendahnya kualitas hidup orang-orang yang berada di garis kemiskinan.
Ada beberapa contoh masalah sosial yang diakibatkan oleh kemiskinan itu sendiri. Misalnya saja para pencopet yang beroperasi di angkutan umum maupun kawasan ramai. Mereka melakukan pencopetan tersebut karena adanya kebutuhan hidup mereka yang belum terpenuhi sehingga membuat mereka memilih jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut. Ada pula oknum-oknum preman yang menjadikan anak dibawah umur untuk melakukan pencopetan tersebut.
Contoh lain adala gelandangan dan pengemis yang sangat mudah ditemui di jalan raya. Para gelandangan tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk menempati sebuah rumah sebagai tempat bernaung mereka. Banyaknya para perantau yang datang ke kota-kota besar mengakibatkan semakin tingginya tingkat persaingan. Bagi yang tidak memiliki keterampilan khusus, maka ia akan tersisih dan memilih untuk menggelandang. Begitu pula dengan pengemis. Ketika mereka merasa tidak ada kemampuan khusus yang mereka miliki serta tidak memerlukan modal serta mental meminta yang tinggi, maka mereka memilih mengemis untuk menopang kehidupan mereka. Mental pengemis ini yang membuat individu tersebut tidak mandiri dan hanya bergantung pada uluran tangan orang lain.
Eksploitasi anak juga merupakan salah satu contoh masalah sosial yang diakibatkan oleh keadaan miskin yang dialami oleh keluarga tersebut. Berdalih untuk membantu orang tua, anak-anak ini digunakan untuk mengamen, berjualan bahkan mengemis. Seperti yang kita tahu, anak-anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, kasih sayang serta hak untuk memperoleh waktu bermain. Anak-anak tidak seharusnya bekerja apalagi di jalanan karena hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan psikis anak tersebut.
Pekerja Seks Komersial juga merupakan salah satu dari dampak perilaku miskin tersebut. Mereka menganggap bahwa dengan melakukan pelacuran dapat melepaskan mereka dari kemiskinan yang membelenggu mereka. Bahkan, dapat ditemukan orang tua yang rela menjadikan anaknya seorang PSK hanya untuk mendapatkan sejumlah uang.
Dari segi kesehatan, perilaku miskin ini cenderung tidak memperhatikan kesehatan mereka. Pola hidup tidak bersih menjadi kehidupan mereka. Misalnya saja mereka tinggal di bantaran sungai Ciliwung, menggunakan air dari sungai tersebut untuk mandi dan memasak. Hal ini dapat membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit.
Sebenarnya, sangat banyak masalah sosial yang dapat ditimbulkan oleh kemiskinan tersebut. Jika kemiskinan tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan masalah-masalah sosial baru yang lebih kompleks.

Sumber:
Soekamto, Soerjono. 1990. Sosiologi, Suatu Pengantar. Jakarta; Rajawali Pers
Tangdilintin, Paulus. 2000. Masalah-masalah Sosial. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka


Materi Kuliah Pertama, Masalah-Masalah Kemiskinan, FISIP UI, Kamis, 5 September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar