Rabu, 19 Juni 2013

Pendekatan Fungsionalis

Pendekatan Fungsional merupakan teori yang dikembangkan oleh Talcott Parsons menyatakan bahwa masyarakat sebagai sebuah komponen atau kesatuan beserta fungsi-fungsinya yang saling mempengaruhi satu sama lain. Dapat disimpulkan bahwa tindakan sosial diarahkan pada tujuan dan diatur secara normative. 
Dalam hubungan bermasyarakat, anggota masyarakat melakukan hubungan timbal balik yang menghasilkan suatu sistem sosial. Menurut parson ada empat fungsi penting yang mutlak dibutuhkan bagi semua system social, meliputi adaptasi (A), pencapaian tujuan atau  goal attainment (G), integrasi (I), dan Latensi (L).
Sebagaimana yang telah dipelajari mengenai teori Pendekatan Fungsionalisme oleh Talcott Parsons, maka kesimpulan berupa:

1.      Yang menyebabkan masyarakat bersatu yaitu karena ketaatan individu kepada keteraturan sosial.
2.      Keteraturan sosial dapat bertahan selama individu mampu menyumbang pada kesejahteraan masyarakat.
3.      Individu mau menyumbang pada kesejahteraan masyarakat sejauh sumbangan tersebut dapat memberi keuntungan pada diri mereka sendiri.
Pada kesimpulan pertama, berupa kesimpulan “yang menyebabkan masyarakat bersatu yaitu karena ketaatan individu kepada keteraturan sosial” hal tersebut benar, karena teori pendekatan fungsional beranggapan bahwa setiap tindakkan dari individu harus mennyumbang pada kebutuhan masyarakat agar tidak terjadinya disfungsi pada masyarakat tersebut (Paloma: 172).
Kesimpulan kedua, “keteraturan sosial dapat bertahan selama individu mampu menyumbang pada kesejahteraan masyarakat” sesuai dengan teori, karena selama pemenuhan kesejahteraan bukan terfokkus pada individu namun terfokus pada kesejahteraan masyarakat. Jika disfungsi sosial dapat diatasi dengan individu tersebut menyumbang untuk kesejahteraan masyarakat, maka keteraturan sosial akan berjalan sesuai dengan jalurnya.
Kesimpulan ketiga, “individu mau menyumbang pada kesejahteraan masyarakat sejauh sumbangan tersebut dapat memberi keuntungan pada diri mereka sendiri”, kesimpulan tersebut kurang sesuai, karena tujuan dari fungsionalisme sendiri adalah menyumbang untuk kesejahteraan masyarakat agar tidak terjadinya disfungsi pada tindakan individu tersebut. Sehingga, sumbangan dari individu tersebut harus dijalankan, menuguntungkan maupun tidak menguntungkan. Selain itu, dalam pendekatan fungsional ini yang ditekankan oleh Parson adalah kebutuhan masyarakat, bukan kebutuhan individu.
Sumber:
“Fungsionalisme Talcott Parsons” diakses melalui

Ritzer, George. 2008. Classical Sociological Teory. New York: McGraw-Hill

Tidak ada komentar:

Posting Komentar